- Manusia Toksik & Manusis Antitoksik
- Sindrom Metabolik
- Pembiayaan Rumah Sakit KOMPLEMENTER TERINTEGRASI oleh BPJS
- Menangani Keluhan Pelanggan Layanan Kesehatan
- Kisah Pasien Yang Pasang Ring Jantung
- Metode Pengalihan Rokok
- Pasien Sumber Ilmu dan Motivasi, Filosofi Service Excellence Klinik Utama CMI
- Diet Slow-Carb (Karbo-Lambat Cerna) Yang Sedang Trendy
- Relaksasi Pijat Untuk Kesehatan Jantung
- Kismis Anggur, buah kering yang menyehatkan
Mengalami Kematian Mendadak Karena Gangguan Jantung di Usia Muda, Kenali Dua Penyebabnya

Dokter jelaskan ada dua kemungkinan seseorang dapat meninggal mendadak akibat gangguan pada jantung. Dapat disebabkan penyakit jantung koroner atau Sindrom Brugada (gangguan irama jantung akibat kelainan genetik).
Berita meninggalnya seorang pesohor menggemparkan tanah air. Aktor berusia 40 tahun ini disebut tutup usia karena serangan jantung. Banyak pihak terkejut lantaran usianya dinilai masih tergolong muda dan dikenal sehat dan tidak memiliki riwayat sakit apa pun, terutama yang berkaitan dengan jantung.
Salah Satu dokter dirumah sakit menjelaskan dua kemungkinan gangguan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada manusia, yaitu :
Baca Lainnya :
- Apa sih Penyebab Jantung Bocor, Yuk Cari Tahu Penyebabnya
- Terkena Serangan Jantung Saat Futsal? Kok Bisa
- Waspada! Obesitas Lebih Berisiko Terkena Serangan Jantung
- Pandangan Jantung Berdebar-debar di Mata Islam
- Cara Mengatasi Serangan Jantung Bila Sedang Sendirian
1). Serangan jantung karena penyakit jantung koroner
Serangan jantung adalah terjadinya penyumbatan di pembuluh darah koroner secara akut atau mendadak, yang biasanya diawali dengan pembentukan kerak di dalam pembuluh darah. Inilah yang disebut sebagai coronary artery disease atau penyakit jantung koroner.
Pembentukan kerak di dalam pembuluh darah biasanya dimulai sejak usia muda, yaitu di usia dua puluhan tahun atau bahkan belasan.
Ada 5 faktor risiko jantung koroner yang merupakan penyebab terbentuknya kerak di dalam pembuluh darah, yaitu
1. Kencing manis. Orang dengan kencing manis yang tidak terdeteksi akan terjadi pembentukan kerak di pembuluh darahnya.
2. Darah tinggi. Orang dengan darah tinggi dengan tensi di atas 140/90 tapi tidak terdeteksi dan tidak pernah dioperasi, berpotensi memunculkan kerak di seluruh tubuh termasuk pembuluh darah koroner.
3. Kolesterol tinggi, biasanya ditandai dengan kolesterol totalnya diatas 200 atau LDL (kolesterol jahat) diatas 150 yang dapat menyebabkan sumbatan.
4. Merokok. Rokok ia sebut mengandung zat yang dapat menyebabkan iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terbentuknya kerak.
5. Faktor keturunan, faktor genetik yang menyebabkan pembuluh darah seseorang gampang terbentuk kerak.
Seseorang menambahkan jika seseorang terkena serangan jantung maka sakit dada pada pasien biasanya terjadi lebih dari 20 menit. Gejala lainnya adalah keringat dingin, mual sampai muntah, keringat sampai membasahi baju, merasa tercekik, dan merasa pegal.
Sindrom Brugada, selain disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah koroner secara tiba-tiba, kematian mendadak akibat gangguan jantung juga dapat disebabkan oleh Sindrom Brugada pada pasien yang terlihat sehat.
2). Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung akibat kelainan genetik. Ibarat mesin yang memiliki sistem listrik di dalamnya, pasien yang mengidap sindrom brugada juga mengalami gangguan aliran listrik pada jantungnya.
"Jadi kalau misalnya pada pasien pasien dengan brugada sindrom itu dia sistem listriknya lebih rentan untuk korslet dibandingkan dengan orang normal. Nah, korslet ini bisa menyebabkan sudden cardiac death, bisa berhenti mendadak walaupun tadinya tidak ada apa-apa," jelasnya.
Seperti dilansir dari laman mayoclinic.org, orang dengan Sindrom Brugada biasanya tidak memiliki gejala sehingga mereka tidak mengetahui kondisinya. Sindrom ini lebih sering dijumpai pada pria daripada wanita.
Menurut seseorang, kedua masalah jantung ini dapat diidentifikasi melalui EKG (Elektrokardiogram).
"Kalau misalnya pasien datang ke UGD dengan sakit dada itu darimana apakah dari brugada yang mengalami masalah atau dari serangan jantung yang tadi saya ceritakan dari awal, itu bisa dilihat dari EKG," jelasnya.
Lebih jauh, juga menuturkan bahwa orang yang terlihat sehat sangat mungkin terkena risiko serangan jantung karena "persepsi sehat menurut pasien belum tentu benar-benar sehat".
"Misalnya orang dengan merokok dia sehat tapi sebenarnya pembuluh darahnya udah jelek tapi belum bergejala atau pasien dengan obesitas dia tidak tahu kalau dia sudah kayak gimana sebenarnya ga pernah cek, makannya masih berantakan dia merasa dirinya sehat tapi tiba-tiba sakit dada, nah itu dari identifikasi faktor resiko awal itu yang sebenarnya masih sering nihil," jelasnya
-Pencegahan
Bagaimana pencegahan terhadap serangan jantung? Kami menjelaskan dapat dilakukan dengan eliminasi faktor risiko. Caranya dengan melakukan olahraga teratur dengan mengadopsi "rules of three".
"Jadi tiga sesi olahraga dalam seminggu 30 menit, minimal jalan paling tidak 3 kilo sehari,"
Atau jika dari kalian punya riwayat penyakit jantung, dan tidak mau melakukan operasi, pemasangan ring dan tindakan baypass kalian bisa datang langsung ke Klinik Utama CMI Bandung atau kalian bisa hubungi kami untuk konsultasi keluhan anda dengan menghubungi nomor 087826953494 atau 085183488439.